Pasang Koil Dan CDI Racing Sendiri, Modal Obeng Kembang Doang!

OTOMOTIFNET – Ingin pasang CDI plus koil racing? Untuk CDI di pasaran ada merek BRT, TDR, Rextor, Daytona, Kitaco, Cheetah Power, Varro dan Andrion yang harganya berkisar Rp 350 ribu hingga di atas 1 juta. Sedang koil pilihannya ada TDR, YZ, Kitaco, R-9, Andrion, Blue Thunder dan masih banyak lagi. Banderol harganya dari Rp 100 ribu – Rp 500 ribuan.

Tak usah bingung bagaimana cara pasangnya. Dijamin bisa dilakukan sendiri kok. Namun biar tak salah pasang yang berakibat fatal, silakan simak trik-triknya berikut ini.


Gbr 1

Gbr 2

CDI
Sebagai alat peraga, untuk CDI akan dipasang pada Suzuki Satria FU 150. “Cara pasangnya tidak sulit. Karena posisinya berada tepat di sebelah kaki kiri, saat kita duduk,” aku Hadi dari Kebongce Motor.

Oh ya, yang dipakai CDI BRT Dualband yang di pasaran bisa ditebus seharga Rp 600 ribu. Sebelumnya siapkan obeng kembang untuk membuka semua baut pengunci bodi dan cable-ties. “Untuk memudahkan menanggalkan bodi motor, sebaiknya buka baut lampu yang posisinya berada di kolong sepatbor belakang,” saran pria kurus ini.

Bila bodi sudah terbuka, maka posisi CDI akan jelas terlihat (gbr.1), yakni berada di sisi sebelah kiri. Memang sedikit malu alias ngumpet, karena letaknya agak ke dalam demi menjaga keamanan dari tangan jail yang mau mencuri.

Karena posisi yang agak ke dalam serta ada karet pegangan CDI-nya, kita harus meraba dan mengangkat ke atas (gbr.2) agar lepas dari pegangannya. “Selanjutnya tinggal copot soket yang menyambung pada CDI itu. Cukup tarik pakai tangan dengan sedikit tenaga,” imbuh pria ramah ini.

Lalu lepas konektor kabelnya, pasang deh CDI racing yang dikehendaki. “Eits, tapi tunggu dulu! Karena bentuk CDI aftermarket rata-rata lebih besar dari standar, jadi pemasangannya harus menggunakan cable-ties yang dililitkan pada CDI ke rangka (gbr.3) yang ada disekitarnya,” anjur pria humoris ini.


Gbr 3

Gbr 4

Gbr 5

Gbr 6

Koil
Pasang CDI sudah, kini beralih pasang koil. Kali ini diperagakan pada Suzuki Shogun 125. “Cara pasangnya gampang, soalnya posisinya ada di dekat karburator. Cuma modal obeng kembang dan gunting,” ujar Trisno, penggawang Bengkel Ario Motor (BAM).

Langkah awal, buka seluruh sayap depan dan cover tengah pakai obeng plus. Dari sisi kiri motor, koil akan kelihatan nempel pada rangka, dekat dengan karburator. “Untuk motor Honda, posisinya di sebelah kanan rangka. Tapi tak jauh juga dari karburator,” aku pria yang ngepos di Jl. Raya Srengseng No. 35 Jakbar.

Selanjutnya lepas konektor kabel positif koil warna biru putih, cukup ditarik pakai tangan (gbr.4). Lalu dilanjut lepas 2 baut pengikat koil pakai obeng kembang. “Kalau motor Yamaha, melepas bautnya mesti pakai kunci pas/ring-10,” imbuhnya.

Kelar lepas baut tersebut, copot cop busi dari kabelnya dengan cara cukup memutarnya berlawanan arah jarum jam (gbr.5). “Pasalnya di dalam cop busi terdapat ulirnya. Kalau asal dicabut tanpa diputar, akan sangat keras dan bisa merusak serat kabel koil,” wanti bapak 3 anak ini.

Terakhir, tinggal pasang koil baru dengan cara kebalikan saat melepasnya. “Perlu dicermati, kalau kabel busi terlalu panjang, sebaiknya dipotong pakai gunting (gbr.6) atau pemotong lain. Kalau tidak dipotong, hasil pengapiannya akan kurang maksimal,” wanti pria yang pengalaman oprek motor lebih dari 10 tahun ini.

Bagaimana, gampang toh? Cukup pakai obeng kembang bisa pasang CDI dan koil racing.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s