Suzuki Satria FU150, Seting Kem Standar Jadi Juara OMR Satria!

Modif Suzuki Satria FU150, 2008 (Solo)

Utamakan seting kem standar, itu salah satu trik jitu tim Abakura Bungakarya di Suzuki Satria FU150 agar melesat kencang di Pertamina Enduro Comet K Factory KYT Dragbike Day Battle 201 M Championship. Pacuan ini bertarung di kelas One Make Race (OMR) Suzuki Satria FU s/d 155 cc yang diadakan di Tasikmalaya, Jawa Barat beberapa minggu lalu.
Development kem yang dilakukan tim Abakura Bungakarya, bisa mengantarkan joki Dwi Batank asal Semarang, Jawa Tengah melesat tercepat di kelasnya. Dalam official result, bisa tembus 8,075 detik di trek panjang 201 meter.

“Sebenernya simpel saja, untuk kelas OMR Suzuki Satria FU s/d 155 cc durasi kem diretouch. Dibikin enggak terlalu gemuk layaknya ibu-ibu hamil 9 bulan. Buat in, main di 262 derajat dan ex 261 derajat,” bilang Wawan Kristiarto, mekanik bengkel Abakura yang ada di Jl. Solo-Semarang KM. 3, Solo, Jawa Tengah.

Hitungannya, klep in membuka 22 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 setelah TMB (Titik Mati Atas). Sedangkan, ex membuka 60 derajat sebelum TMB dan menutup 21 derajat setelah TMA. Durasi segitu untuk mengawal klep in 22 mm dan ex 19 mm yang masih standar.

“Paling cocok untuk kelas 155 cc ya durasinya memang segitu. Bila terlalu gede, motor terlampau panjang nafasnya. Kurang bagus juga,” kata Wawan.

Penggunaan kem tadi, didukung maksimalisasi di bagian isi silinder. Kalau enggak didukung dan dimaksimalkan, enggak akan bisa melesat kenceng donk.

Untuk penggebuk kompresi, piston aplikasi kepunyaan Kawasaki Ninja 250R, diameter 62 mm yang pinggirnya dibikin mendem 0,9 mm dari bibir silinder. Dengan karakter piston yang lebih jenong, kompresi bisa lebih padet. Rasio kompresi mesin jadi 13,2 : 1.

Isi silinder masih pertahankan 150 cc. Padahal regulasi masih bisa sampai 155 cc. Di bagian pencampuran bahan bakar, Satria FU150 ini pakai karburator Keihin PJ 35 yang dijejali main-jet 120 dan pilot-jet 48.

Untuk meringankan putaran engine, di bagian magnet cangkok kepunyaan Yamaha YZ250. “Dengan aplikasi magnet YZ250, putaran kruk as bisa diringankan. Plusnya, motor bisa lebih cepet naik dan bikin torsi jadi galak,” tambahnya.

Soal rasio gearbox, juga ikut disesuaikan. Gigi I, 14/32 mata. Gigi II, 15/25 mata. Gigi III, 19/24 mata. Gigi IV, standar. Gigi V, 22/21 mata. Dan terakhir gigi VI, 24/20. Sedangkan di final gear, aplikasi 12/42 mata.

Gazz poll, cuy!. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Knalpot: DBS
Sokbreker belakang: YSS
CDI: Rextor Prodrag
Ban depan: IRC 60/80-17
Ban belakang: FDR AX 50/90-17

Suzuki Satria FU150, Modif Dukungan Ortu

Modif Suzuki Satria FU150, 2006 (Tangerang)


Dari liaran ke poser fashion
Setelah sekian lama Ade sapaan akrab Septian Dwi Sandy terjun di dunia balap liar, akhirnya rasa bosan itu muncul. Namun Ade tak berniat meninggalkan hobi otomotif roda dua, tapi malah berinisiatif mendandani Satria FU150 2006 miliknya dengan laburan airbrush warna stabilo mencolok.

Untuk pengerjaan dia serahkan ke Budi Santoso dari Komplek Kunciran Blok A 67 Ciledug Tangerang. Budi ini sudah berkecimpung di dunia airbrush selama 10 tahun.

Ade, siswa kelas 3 SMK Bangun Nusantara Ciledug jurusan otomotif, pakai Satria FU150 untuk pergi sekolah. Makanya biar tampil gaul, semua bagian bodi motor dikelir warna cerah. Mulai dari sepatbor depan, batok lampu, cover bodi tengah hingga buritan pun tak luput dari pewarna permanen.

Proses mengubah penampilan kuda besi memakan waktu sebulan. Kendati demikian, korekan balap liar masih tersisa di mesin. “Seher pakai Honda CBR 150R oversize 300, setang sehernya pakai Honda Tiger,” bilang Ade.

Sekarang Ade enggak malu ngacir di jalan. Bahkan ortunya mendukung, sampai uang tabungan buat ngemodif ditambah terus oleh bokapnya. “Ya jelas dikasih support. Daripada saya celaka gara-gara sering ikutan balap liar,” kekeh Ade.

Keren duwweh, Wusshh… (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Pelek : Ride it
Ban depan: FDR 50/90-17 & 70/80-17
Knalpot: DBS
Cakram: SNO
Cat : Nippon Stabilo

Satria F-150 Bergya Surabaya Sesungguhnya

Modif Suzuki Satria F-150 (Surabaya)

Belum genap satu minggu, Suzuki Satria F-150 nyampe di rumah, langsung digelandang. “Segera ubah tampilan di toko variasi yang sekaligus menerima pemasangan. Supaya tampil resik identik dengan modifikasi di Surabaya,” buka Nanang Yuliono.

Pada umumnya modifikasi kota pahlawan lebih banyak ubah penampilan luar saja, supaya masih bisa dibawa keliling kota. Seperti aplikasi pernik-pernik aluminium berwarna cerah yang diyakini bisa membikin mata melirik.

“Kalau dulu mungkin Posh asal Thailand lebih dikenal kebanyakan pecinta modifikasi. Setelah lama menghilang, justru sekarang pernik semacam Posh itulah lebih banyak diburu pecinta modifikasi meski bukan berlabel Posh seperti dulu,” bilangnya.

Perubahan bergaya racing look dipilih lantaran Nanang punya kenangan masa lalu, menjadi pembalap pada 1998. “Mending modifikasi bergaya drag. Biasanya balap lurus itu menggunakan pelek tapak kecil dan ban model slick. Supaya lebih gampang mencapai top-speed,” imbuh Nanang.

Untuk kaki-kaki, sengaja diberikan nuansa krom supaya lebih tampak elegan. “Celup krom musti diboyong ke Bangil karena disana lebih bagus dan tahan lama. Tapi, saya minta krom lebih cepat supaya bisa mengikuti kontes modifikasi di Surabaya,” ceritanya.

“Untuk mesin, hanya mengganti beberapa bagian saja. Seperti aplikasi piston CBR 250R yang dibarengi dengan pergantian karburator Mikuni kotak. Pelepas gas buang milik DBS serta CDI berlabel BRT dipasang. Ubahan itu saja dirasa sudah cukup mendongkrak power motor,” ungkap pria bertato ini.

Usaha tidak sia-sia, “Saya juga tidak menyangka di kontes modifikasi bisa meraih The Best Blink-Blink,” bangga Nanang tentang piala yang diraihnya dalam event contezt baru-baru ini di Surabaya.

Variasi Ninja
Jika dicermati secara mendetail, justru ada beberapa bagian pernik berwarna merah yang sebenarnya bukan buat Satria. “Berlabel Bikers yang sejatinya untuk Kawasaki Ninja 250R. Sengaja saya aplikasikan ke motor bebek. Tapi, musti sedikit mengakali supaya bisa klop. Seperti yang tertempel pada swing-arm,” urai pria berbadan subur ini.  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Swallow 60/80×17
Ban belakang : Swallow 70/80×17
Pelek depan : TDR 1,60×17
Pelek Belakang : TDR 1,85×17
Cakram: KTC
Stabilizer: KTC