Suzuki Satria FU150, Modifikasi Senang Kawin?

Modif Suzuki Satria FU150, 2007 (Sintang)

Erik Krisley modifikator dari 69 Concept di Sintang Kalimantan Barat sempat terheran-heran ketika dapat sodoran order dari Yohanes Nusantara. Pasalnya, pria yang bekerja sebagai PNS tersebut senang kawin. Hah?

Maksudnya senang mengawinkan Suzuki Satria FU150 dengan spesial engine. Supaya Suzuki Satria FU150 lansiran 2007 menjadi sebuah motor dual purpose tangguh. Tujuannya tak hanya untuk gaya-gayaan belaka. Namun berkelana meninjau proyek.

Makanya Ndok panggilan Yohanes, tak hanya datang dengan membawa FU-nya, namun menggotong 1 unit sasis special engine Yamaha YZF 250 yang juga lansiran 2007, berikut peranti bodinya.

“Termasuk sokbreker depan-belakang. Intinya dia mengawinkan sasis serta peranti bodi YZF namun enginenya pakai FU,” potong Erik selaku jubir Ndok.

Modifikator yang juga suami Marcella tersebut segera melakukan pengukuran pada sasis motor trail itu. Kesulitan yang ditemukannya adalah sasis asli YZF 250 sempit. Padahal engine FU lumayan gede. Artinya bila dipaksakan akan mentok silinder head. Solusinya sasis perlu dimodifikasi dulu.

“Untuk bagian depan, downtube dimutilasi. Lalu diganti dengan rancangan tulang baru dari pipa besi bulat ukurannya ¾ dim, ke bawah. Sedangkan dudukan mesin atas, pada sasis bawah tangki ditambahkan pelat 4 mm. Sistemnya pakai mur baut,” papar ayah 2 anak itu.

Dudukan mesin baru yang dicat hitam tersebut juga dibuat ampuh. Yakni ditambahkan pelat bordes tebal pada bagian bawah. Tujuannya melindungi bagian bawah mesin dari terpaan kerikil ketika motor itu dibuat berkelana ke proyek.

Oh ya engine FU yang dibekali oil cooler membuat Erik menambahkan pula dudukan baru untuk peranti pendingin oli mesin itu. Posisinya disebelah kiri atas. Posisi itu diklaim aman, lagi-lagi untuk menghindari terpaan kerikil atau batu yang kadang nongol ketika Ndok ngacir ke proyek.

“Juga agar sip kena terpaan angin bro, adem deh,” senyum modifikator yang bermarkas di Jl. J.C. Ovang Orray nomor 5, Baning, Sintang (depan penginapan Cika), Kalimantan Barat.

Hampir lupa, ban dan pelek malah enggak pakai ukuran 21 inci untuk depan dan 18 inci belakang. Namun mengaplikasi ukuran 17 inci. Alasannya simpel, kalau bocor ketika berkelanana enggak ribet beli ban dalamnya. Gitu ya, Bro? (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 100/80-17,
Ban belakang: Swallow 120/70-17
Pelek depan: AHRS 2,50×17
Pelek belakang: AHRS 3,00×17
Teromol depan: Variasi
Teromol belakang: KLX
Karburator: Mikuni Sudco 28
Modifikator mesin: Andy Racing
69 Concept: 0815-78679-669

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s